Monday, April 28, 2008

Genap Satu Tahun




26 Aprill 2007 silam bertepatan pada pukul 12.27 pm dia terangkat dari rahim leluhur mulia yang telah mengandungnya selama 9 bulan. Terangkat melalui tangan-tangan dingin special yang membidanginya. Terangkat melalui setiap peluh manusia yang berada diruang dan waktu itu. Menangis sejadinya mencari sebuah penghilang dahaga dan merindukan untaian-untaian hikmah dari kalam suci. Lalu tertidur pulas menunggu saat-saat mendebarkan dlam hidupnya, dalam hidup setia yang mencintainya. Dan tiba saatnya, menjadi momen penting bagi semua yang mengenalnya. Karena 26 April 2008 adalah tanggal bertepatan dia genap berumur satu tahun

26 April 2008 menjadi saksi bahwa kita masih sanggup menghadapi dunia yang kejam. Satu tahun kau melawatinya tanpa rasa lapar dan haus. Ditengah rencana pemerintah yang akan menaikkan kembali harga BBM. Diantara ibu-ibu rumah tangga dipelosok negeri yang kaya ini mengantri untuk mendapatkan minyak tanah dikarenakan pemerintah mencabut subsidi. Dia masih sanggup bertahan, bahkan sekarang berjenjang bisa berdiri tegap dengan selangkah-dua langkah mengadapi dunia. Dia yang ketika kita berada dirumah merasa damai dan tenang, dia yang senyum dan tawa bahagianya membuat kita polos dan telanjang dari segala bentuk kemunafikan. Dia bernama Feivel Fathirulhaq, sang belahan jiwa tak terpisahkan sampai kapanpun yang telah mencuri dan mengambil posisi penting di jiwa kami, dan mudah-mudahan disetiap jiwa-jiwa lainnya yang akan mengenalnya kelak.

Semoga menjadi berguna, berakhlak mulia, jujur dan pemberani serta kritis – kritis terhadap apapun, terhadap pemertintah yang korup, pejabat yang korup, nagara yang merampas, Negara yang menghegemoni dan memonopoli. Kritis terhadap produk usang yang bau apek. Kritis terhada mereka yang merasa suci, sehingga merekalah yang paing benar dan paling berhak menentukan mana yang baik untuk kita dan mana yang bukan. Dan tentunya berguna bagi masa depan di zamannya kelak. Amien.

Wednesday, April 23, 2008

PERTEMUAN KITA

Telah terjadi lagi pertemuan yang dulu yang dikomitmenkan untuk tidak bertemu. Semua tentang amarah dan sumpah serapah keluar dari pertemuan yang terkutuk itu. Melingkar seperti labirin, melintas seperti mimpi dan semua menjadi percuma segala apa yang telah dilewati. Kehidupan memang begitu adanya, jalani dan laksanakan apa adanya. Tapi jangan sampai kita terima begitu saja, jangan! Semua – seperti kata Tuhan – bisa kita perbaiki. Pertemuan-pertemuan yang lalu menjadi sebuah pelajaran seharusnya bagi kita agar kita tidak terjebak dan terjatuh kedalam lubang yang sama. Memang dari semua itu harus ada yang merasa kalah dan merasa menang, agar kita semua menang. Namuan siapakan yang mau berkorban? Para mahasiswa yang selalu menjadi bulan-bulanan aparat itu? Atau para guru yang gajinya dikebiri? Atau para politikus yang merasa dirinya paling benar dan bersih? Atau para ulama dan pengikutnya yang bersorban yang merasa paling benar dan suci? Merasa manusia pilihan Tuhan sehingga berhak menghancurkan segala bentuk kemaksiatan atau mungkin sebetulnya bukan kemaskiatan, mungkin karena kurang pas di mata mereka atau kurang upeti?. Bukan, bukan mereka yang harusnya mengalah, mereka hanya menjalankan tugas demi sebuah status dan kejayaan. Tapi kitalah yang harus mengalah dalam pertemuan terkutuk tersebut.

Pertemuan itu terkadang bermanfaat bagi yang mengambil keuntungan dari pertemuan tersebut. Namun bagi kita? lagi-lagi kita akan terpuruk. Terkadang kita harus bertanya kepada Tuhan. Kenapa harus ada sebuah pertemuan? Pertemuan yang keji, yang mengeluarkan semua caci dan sumpah serapah? Bukannya Tuhan mencintai kedamaian dan keindahan. Bukannya Tuhan memberikan kita hati dan akal agar kita bisa menjalani kehidupan yang penuh dengan segala pertemuan itu seimbang? Tuhan memang penuh misteri. Sama halnya dengan pertemuan tersebut. Pertemuan juga penuh misteri. Pertemuan juga punya banyak makna. Untuk itu pertemuan pastinya akan menguras energy kita. Energy yang seharusnya kita curahkan untuk belahan yang lain. Belahan yang lahir dari rahim percintaan dan perdamaian. Seharusnya kita sadar, kita ingat. Belahan menanti kita dimana saja dan dari mana saja. Belahan yang akan mengingatkan kita akan hari nanti. Yang akan mengangkat kita di hari pembalasan ketika debu-debu berterbangan dan semua lama berseru tunduk kepada Tuhan.

Semua pasangan di alam jagad raya ini pasti pernah melakukan pertemuan, baik disengaja maupun tidak. Setiap pertemuan yang keji pasti akan berdampak. Dampak inilah yang seharusnya mengingatkan kita. Dampak inilah yang seharusnya membangunkan kita. Dampak inilah yang seharusnya menyadarkan kita. Akan ada ketersakithatian. Akan ada perpecahan. Akan ada kehilangan, seperti yang dialami oleh para pejuang. Kita bisa terbuang, terbunuh bahkan terhapus dari kehidupan. Kita juga bisa terus eksis sampai nanti. Namun pertemuan yang melelahkan yang tak jelas juntrungannya bahkan dari hal sepele sekalipun yang akan membuat kita terbuang, terbunuh dan terhapus. Diudara. Dilautan lepas. Didaratan dan dimana-mana.

Siapa dan apa? Pertenyaan yang seharusnya bisa menyelesaikan pertemuan kita itu. Walau hati sakit, berat bahkan hancur pertemuan tersebut harus dihentikan. Demi belahan jiwa, demi menghapus dampak buruk. Demi kita semua…

7.24 pm waktu gandaria di hari rabu, 23 april 2008

Wednesday, February 06, 2008

Keluarga Baru Kantor; Maxtor OneTouch 320 GB dan Tentang Meja Kerja el-chan



Gandaria, 06 Februari 2007. Menjelang libur imlek esok hari yang tepat hatuh pada tanggal 7 Februari 2007, yaitu besok. Agak santai begitupun dengan teman-teman disini, karena memang pekerjaan sudah selesai sebelum libur besok. Untuk Jum'at, karena kita sudah kebanyakan libur cuti bersama dengan alasan jum’at kejepit maka kami putuskan untuk tetap masuk. Selamat ya untuk yang libur, manfaatkan waktu untuk bersama orang yang dikasihi dan disayangi.

“Keluarga Baru Kantor; Maxtor OneTouch 320 GB” adalah judul yang saya pilih. Karena betapa senangnya saya akhirnya file-file besar milik kantor yang tidak boleh hilang bisa di back up. Walaupun mungkin telat karena sekarang sudah ada yang TERRA. Hiks..hiks.. tapi ya sudah lah, ini sudah cukup. Eksternal hardisk yang satu ini berkapasitas 320 GB, waw… mungkin ada yang bilang “besar bangget…” namun ya mungkin bisa dikatakan pas lah, karena file-file kami pun besar. Bayangpun, setiap harinya kami menerima laporan, baik soft copy maun hard copy dari teman-teman di daerah. Soft copy yang dikirm melalui e-mail yang diisi oleh photo kegiatan dan juga file-file lainnya yang besar. Pun dengan hard copy. Makana untuk sekedar naro laporan dari teman-teman daerah untuk 1 tahun setengah saja kami sudah menyita 7 rak lemari yang biasa dan 2 lemari yang bagus dari Modera. Jadi sewajarnyalah kami memilki barang yang satu ini.

Untuk Maxtor, tepat berada di atas CPU saya yang bermerk HP. Besi atau Baja yang diselimuti oleh Plastik - semacam sarung kondom untuk Hand Phone – yang berwarnanya abu-abu. Ditemani LCD bermerk HP pula, karena memang PC yang ada di meja saya satu paket hibah dari USAID untuk Muhammadiyah sebagai penyokong program Penanggulangan Flu Burung. Ada kalender Rolling Stones yang covernya sebuah band legendaries asa Seattle US, NIRVANA. Kalender ini adalah bonus dari Majalah Rolling Stones edisi Desember, bersamaan dengan tema 150 Album Terbaik. Ada tiga buah jenis gelas, yang cangkir isinya coffeemix dan mug isinya teh botol sosro campur dengan es batu, sedangkan gelas besar dengan model cangkir untuk air putih. Haaallllllaaahhhh gaya kamu chan…

Ada tisu PASEO dan streples serta mouse merk Logitech ditambah beberapa lembar kerja yang berisikan dafta distribusi material campaing. Hand Phone Sony Ericsson W880i dibalut sarungnya pemberian dari sahabat saya Fia. Dibawahnya tertindih dompet saya juga pemberian – lebih tepatnya ngambil karena mintanya maksa – juga dari sahabat saya yang saat ini ikut suaminya ke Kalimantan Timur, Riyadh. Di samping CPU ada kotak pulpen yang boleh dibeli dari Carrefour beserta isi-isinya; spidol 4 buah, stabile 3 warna, pencil satu buah, tipe ex 2 buah, pulpen 1 buah, penggaris dari pembolong kertas dan ini yang paling penting cukuran jenggot ditambah post it sebelahnya ada calculator bermerk citezen dan box kartu nama saya serta foto Feivel buah hati ku tercinta hasil gambaran istri saya Herni yang setelah di racik sedemikian rupa. mirip kan? Ada juga sticker dan USB HUB yang multifungsi. Satu lagi ada loker kecil yang berisikan tetek bengek ATK kantor sehari-hari.

So… mampir donk kekantor saya…





Monday, January 14, 2008

Sedikit Cerita di Awal Tahun Hijriyah (#2-habis)


Kalau ditanggal 1 Januari lalu, ditahun baru masehi kami berdua di Sate Padang Nagara dengan tidak ikut larut merayakannya seperti kebanyakan orang. Pun yang kami lakukan di tahun baru Hijriyah, tahun baru Islam. Bahkan kami harus berpisah. Istri saya harus ke Garut untuk mengikuti evaluasi triwulan kantornya, sedangkan saya sendiri memang sudah merencanakan dengan teman-teman Mailing List PasERS untuk berlibur ke Bandung. Sekedar nongkrong bareng dengan para personel Pas Band.

Rabu, 9 Januari 2008 setelah kami selesai bekerja, istri saya beserta teman-teman kantornya jam 19.00 berangkat menuju Terminal Lebak Bulus untuk kemudian melanjutkan dengan Bus Antar Kota Primajasa ke Garut. Sejam kemudian saya berangkat dengan menumpang teman saya yang bernama Adi MS ke ITC Fatmawati untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke Bandung bersama teman Milist lainnya. Diperjalanan, seketika HP saya berdering. Donna mengatakan di SMS “Chan, kayaknya elu harus ke Cilandak Mall, karena gw mau langsung ngejemput Kang Dadan – Manajer Pas Band – di tempatnya Baron – Eks GIGI”. Dengan tanpa ragu saya langsung meluncur menuju Cilandak Town Square. Hah??!! Citos?? Bukannya tadi Donna nyuruh gw ke Cilandak Mall. Yup, gw salah tempat, seharusnya ke Cilandak Mall tapi gw malah ke Citos. Akhirnya setelah jalan-jalan, gw langsung menuju ke Cilandak Mall. Disana Donna, Budi dan Wisnu Kecil dengan mobil panthernya menunggu gw.

Perjalanan langsung dilanjutkan ke tempat Baron, ada perubahan rencana, ternyata yang tadinya janjian ama Kang Dadan di tempat Baron tapi Kang Dadan memutuskan untuk menunggu di tempat Ronald Extravaganza, karena ada urusan lain yang harus dia selesaikan. Jadilah kami setelah dari tempat Baron untuk mengambil hasil taked record di studionya dan sedikit barang lainnya, kami langsung menuju temat Ronald. Disana kami ngobrol sebentar sambil disuguhi bercandaan-bercandaan segar dan Teh Botol dari Ronald, tak lama, kami langsung berangkat ke Bandung.

Nyampe bandung tepat jam 3 dini hari dan langsung ke rumah Kang Dadan. Ngobrol-ngobrol sebentar dilanjutkan menonton klip Pas yang diambil dari acara Manukustik di Astro. Selepas adzan shubuh kami tidur.

Jam sembilanan kami mulai melek dan dan tentu saja bangun. Ngobrol sambil ngopi, ngeteh, dan ada yang merokok sembari mendengarkan - satu arah - Kang Dadan yang sedang ngobrol di telepon tentang persiapan álbum Teh Nicki Astria. Jam sebelas kami putuskan untuk berangkat dan mencari makan. Nasi Timbel Ciliwung menjadi keputusan untuk makan siang kami. Enak dan murah serta beragam. Perjalanan dilanjutkan ke CIYUD atau Citrayuda, base camp sekaligus nempat naro alat music Pas Band. Ngobrol lumayan lama ama Kang Bengbeng terus dia ngajak kami hiking ke Tangkuban Perahu. Tentu saja kami ingin sekali, tapi karena hari dah siang jadi dengan berat hati ajakan Kang Bengbeng kami tolak. Setalah puas ngobrol, perjalanan kami lanjutkan ke Cihampelas Walk (Ciwalk). Kenapa Ciwalk? Karena; #1. Kang Yukie dan Kang Dadan mau ada janjian ama Bosnya Skaters. Kedua, karena tentunya nongkrong di Ciwalk enak banget, nyaman dan untuk cuci mata tepat tentunya, terutama untuk para jomblo yang ikut; Donna, Budi dan Wisnu Kecil. 

Janjian jam 16.00 di Soho Music Café dengan Bos Skaters. Ga lama Kang Yukie nyampe dari rumahnya. Tau ga? Kang Yukie jalan dari rumahnya ke CIWOLK, ya memang deket sich dari rumahnya tapi lumayan jauh lah, buktinya dia mengeluhkan bekas luka waktu SMP dulu terasa lagi. Yang ditunggu datang jam 18.30. waw… lumayan lama kan nunggunya. Pertemuan yang hanya bertiga (kang Dadan, Kang Yukie dan si empunya Skaters) berlangsung sampai jam 23.00. Praktis kami nongkrow di CIWOLK 6 jam, dengan tentunya diiringi lawakan-lawakan dan cerita-cerita lucu dan segar dari Kang Dadan dan Kang Yukie. Setelah pertemuan selesai, kami nganter Kang Yukie pulang ke rumahnya dilanjutkan ke rumah Kang Dadan. Selepas dari sana kami langsung menuju ke Jakarta. 

Tanggal 1 Hijriyah bertepatan dengan tanggal 10 Januari 2008 praktis saya habiskan dengan nongkrong bersama Band yang sudah saya gemari dari SMP kelas 3. Sebuah kebanggan dan kepuasan dalam diri. Tak pernah terbayang sebelumnya untuk bisa ngobrol sedekat itu dengan mereka. Para pekerja seni yang tidak tertandingi kemahakaryaannya. Band pengusung Indie pertama di Indonesia, dengan mengusung ROCK ALTERNATIVE. Terimaksihku kepada istri yang mendukung, dan para teman-teman Milist; pasband_impresi@yahoogorups.com serta teman-teman kantor gw yang ngertiin gw, karena merekalah hal yang tidak gw pikirkan sama sekali ini menjadi sebuah kenyataan. Anjrriitt! Dramatisir banget gw ya… biarin lah… Blog Aink Kumaha Aink Bel…!!   

Saturday, January 12, 2008

Sedikit Cerita di Pergantian Tahun Masehi (#1)

Tanggal 10 Januari lalu adalah liburan 1 Muharram, yaitu tahun baru Islam, kalau 1 Januari kemarin adalah tahun baru Miladiyah, atau juga disebut tahun baru Masehi dan pasti disetiap negara merayakannya dan menyemarakkan dengan pesta, tiupan terompet, petasan bahkan ugal-ugalan, yang sebetulnya sangat disayangkan karena disebagaian belahan bumi lainnya, termsuk di Indoensia banyak teman-teman kita yang sedang kesusahan, kelaparan dan bahkan kesulitan yang menyebabkan mereka hanya bisa meratapi nasibnya. Kami sendiri tidak ikut larut dalam nuansa tahun baru yang berbau hedonistik, bahkan tahun baru 1 Masehi kemarin, saya harus pulang jam 10 malam dari kantor karena menemani istri saya yang sedang kejar deadline.

Jam 11.34 kami turun dari Bus. Kota Bogor, tepatnya di Baranagsiang dan Tugu Kujang sangat dipadati kendaraan dan orang-orang. Jadi, kami harus memutuskan untuk menunggu sampai jam 00.00 lewat, sampai lalu lintas lancar kembali. pilihan untuk menunggu sampai jam 00.00 jatuh pada Sate Padang Nagara yang tepat
berada di seberang terminal Baranangsiang. Akhirnya, yang ditunggu-tunggu oleh seluruh ummat yang berada di bumi ini tiba. Terompet, petasan dan sorak sorai menyatu menjadi sebuah irama yang mungkin bagian sebagian orang tidak enak untuk didengarkan. Menyantap sate padang yang gurih dan nikmat - walau rasanya tidak senikmat dulu - sambil menikmati pemandangan yang indah dilangit dengan sedikit mendung dari seluruh petasan yang diledakkan keatas pas bertepatan dengan waktu pergantian tahun.

Setengah jam kami menunggu jalanan kembali sedikit lancar. orang-orang sudah mulai pulang kearah rumahnya masing-masing. Kami memutuskan untuk segera naik angkot 03 yang akan membawa kami ke Terminal Laladon untuk kemudian menyambung kembali dengan angkot 05 jurusan Bogor - Jasinga menuju Leuwiliang. Jam 01.30 kami tiba dirumah, dengan membawa nasi uduk yang kami beli dari tetengga rumah kami yang menjajakan jualannya dipinggir jalan raya Leuwiliang.

Dan terlelaplah kami dengan diselimuti perasaan lelah, kenyang, dan pikiran untuk sedikit merefleksikan apa yang sudah kami perbuat di tahun 2007 yang baru saja kami lewati.

bersambung...

Wednesday, November 14, 2007

Tomang; kenangan antara bermusik dan berorganisasi!!

jam menunjukkan 09.45; yang seharusnya gw udah berangkat ke Tomang, tempat dimana gw dulu sekolah, ternyata gw masih dikantor. kenapa? S**t! kantor gw bentar lagi di Audit, jadinya gw bersama teman2 kantor gw, 2 minggu ini sibuknya gilla banget.

09.50; gw malah ngefax ke salah satu partner kantor gw terkait masalah pengiriman logistik, yang belakangan gw baru tahu ternyata yang gw fax itu salah. S**t Againnn!!!

09.55; gw berangkat ke tomang dengan menggunakan motor supra fit gw dengan kekotoran yang selalu menyelimutinya akibat hujan semalam. ada persaan deg-degan ketika gw melihat kubah masjid sekolahan gw. yup, SMK Muhammadiyah 3 Tomang, sekolah dimana sudah mengajarkan gw banyak hal. semakin mendekat, gerbang sekolahan gw kelihatan dan perasaan itu semakin besar, perasaan dimana gw merasa enjoy dan hawatir??

10.20; gw bersalaman dengan teman-teman gw yang dahulunya tergabung di Pimpinan Cabang Ikatan Remaja Muhammadiyah Tomang, yang sekarang ini profesinya beragam, dari mulai ada yang jadi punya rentalan PS sampai yang jadi Guru dengan pakaian safarinya lis epatu mengkilapnya sampaiada yang jadi sipir di LP Cipinang... Gila! sebuah perkawanan dan persahabatan sampai mati nanti. Amien.

11.00; acara dimulai. acara yang diprakarsai oleh PCM Tomang ini berjalan molor karena memang azimnya begitu di Indonesia. bla--bla... Pa Dada... Bla..Bla.. Pa Asari, Bla..Bla.. dan yang lainnya, termask gw sendiri bercuap-cuap ga karuan sampai akhirnya adzan dzhur terdengar dan terpaksa pertmeuan diundang. sebetulnya bukan pertmuan ini yang pengan gw bahas, gw pengan ngebahas dimana gw si sekolahan tersebut bisa jadi kayak gini, banyak faktor, yaitu:
>> Bermusik; kenyataan nomor satu gw masuk ke sekolah ini karena bermusik, kenapa seperti itu?? yup temen band gw alias saudara ge, sang gitaris yang mempunyai skill dibawan Van Hellen (bener ga ya tulisannya?? sok kalau mau ada yang protes!) sekoah SMP pada saat itu dan masuknya siang. naaaa... SMK Muhammadiyah 3 Tomang saat itu masuknya siang, jadi dech dengan penuh pertimbanga gw masuk kesitu... Gila kan...
>> Berorganisasi; kenyataan nomor dua inilah yang mengubah cara pandang gw dan cara hidup gw. pada saat kelas 2 gw masuk ROHIS.. haa.. ROHIS?? yup gw sempat berkubang di dunia ke-IKHWAN-an selama hampir satu tahun, sampai gw harus meninggalkan 2 band gw dan lebihmemilih mendirikan LSM dengan teman2 alumni ROHIS. tapi akhirnya IRM lah yang gw pilih, dan akhirnya gw balik lagi kepada kecintaan gw terhadap musik dan tentunya berorganisasi yang secara terbuka, progressive dan maju... ya.. Herni, istri gw lah yang secara langsung "menyalamtkan" gw.

sekarang gw balik lagi dan bergabung di komunitas pencinta PAS yang biasa disebut PasERS sambil gw kerja - hasil dari kecintaan gw juga terhadap Persyarikatan - untuk mencukupi kehidupan kedua BELAHAN JIWA gw sekarang...

intinya, hari ini sangat lelah, sekaligus senang karena gw akhirnya benostalgia dalam keadaan "sadar" sepenuhnya, tidak terbelenggu oleh dogma-dogma usang (lyrics DOGMA -PAS).

semoga semua itu menjadi catatan baik gw yang akan menyelamatkan gw di AKHIRAT nanti... Amien...

Tuesday, June 26, 2007

Uncommercial Songs of PAS

Uncommercial Songs – sebuah kumpulan lagu yang mencerminkan jati diri Pas sesungguhnya, dimulai dari Album 4 Through the Sap dan diakhiri di Album Pas is The BeAst. Ke 36 lagu ini bukan berarti tidak pernah dibawakan di panggung-panggung ketika Pas tampil atau bukan berarti juga tidak ada Video Klipnya. Uncommercial Song disini saya artikan sebagai lagu yang tidak banyak didengar halayak banyak dan diputar di radio – walaupun lagu Gangster of Love secara mengejutkan pernah diputar di Prambors sekitar tahun 1998-1999. Untuk itu lagu Impresi dan Jengah dengan sangat berat hati tidak masukkan kedalam list Uncommercial Songs karena 2 lagu tersebut walaupun keras dan merupakan lagu favorit PasERS tapi sering diputar diradio-radio bahkan TV, bahkan lagi MTV. Mungkin teman-teman ada yang tidak sependapat namun begitulah Uncommercial Songs.

Uncommercial Songs ini dibuat untuk bernostalgia dan sekaligus untuk mengingatkan kembali perjalanan Pas sebagai sebuah icon Band Musik pungusung pertama Rock Alternative dan pengusung ide Indie Label yang sekarang sudah mulai dipilih sebagai jalan alternative oleh musisi-musisi dan band-band di Negara tercinta kita ini.

Uncommercial Song inipun dibuat untuk dipersembahkan kepada semua personil Pas yang telah berdidikasi terhadap music dan mengajarkan kita tentang arti sebuah kesolidan dan keutuhan sebuah Band serta perofesionalisme Manajamen, maka lagu ini juga dipersembahkan untuk Crew Pas dan semua “kegilaannya” terhadap alat yang dijaganya selalu. Dan juga dibuat dalam rangka menyambut abum Pas terbaru yang beberapa bulan lagi akan dirilis.

Akhirnya, persembahan Uncommercial Songs ini diberikan secara Cuma-Cuma dalam edisi terbatas kepada PasERS dan halayak pecinta music untuk kembali mengingatkan arti dari sebuah kata indie label dan sebuah band yang besar dari panggung-kepanggung dengan segala kehebatannya; Pas.

The songs are;

#1 Gangster of Love

#2 Here Forever

#3 Old Fashion Sickness

#4 For The Truth

#5 Never Be Lonely

#6 War

#7 Bang Your Head

#8 Red Light Shooter

#9 Deskripsi

#10 Schiebung Des Machden

#11 Perjalanan

#12 Fear

#13 Fallin Into The Faint

#14 Regulasi

#15 Kembali

#16 Simala-Karma

#17 Coda

#18 Dimana Para Bestari

#19 Tak Sudi

#20 Ketika

#21 Menyambut Pagi

#22 Ternyata Kau

#23 Boom

#24 Sesal

#25 Musnah

#26 Singgasana Tuhan

#27 Aing Pendukung Persib

#28 Yob Eager 2

#29 Sejuta Harapan

#30 Paser

#31Nyoto Rahwono

#32 Bayangan

#33 Penguasa

#34 Sesaat

#35 Kemarau

#36 Romeo dan Juliet

Credit tittle

Collectived by el-chan

Songs List from WISNOIZE

Lyrics List from OEBOED

Design by el-chan

Spirit by PasERS Mailing List.. THANX A LOT GUYS!!!

Produksi @ 2007

http://el-chan.blogspot.com