
Kalau ditanggal 1 Januari lalu, ditahun baru masehi kami berdua di Sate Padang Nagara dengan tidak ikut larut merayakannya seperti kebanyakan orang. Pun yang kami lakukan di tahun baru Hijriyah, tahun baru Islam. Bahkan kami harus berpisah. Istri saya harus ke Garut untuk mengikuti evaluasi triwulan kantornya, sedangkan saya sendiri memang sudah merencanakan dengan teman-teman Mailing List PasERS untuk berlibur ke Bandung. Sekedar nongkrong bareng dengan para personel Pas Band.
Rabu, 9 Januari 2008 setelah kami selesai bekerja, istri saya beserta teman-teman kantornya jam 19.00 berangkat menuju Terminal Lebak Bulus untuk kemudian melanjutkan dengan Bus Antar Kota Primajasa ke Garut. Sejam kemudian saya berangkat dengan menumpang teman saya yang bernama Adi MS ke ITC Fatmawati untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke Bandung bersama teman Milist lainnya. Diperjalanan, seketika HP saya berdering. Donna mengatakan di SMS “Chan, kayaknya elu harus ke Cilandak Mall, karena gw mau langsung ngejemput Kang Dadan – Manajer Pas Band – di tempatnya Baron – Eks GIGI”. Dengan tanpa ragu saya langsung meluncur menuju Cilandak Town Square. Hah??!! Citos?? Bukannya tadi Donna nyuruh gw ke Cilandak Mall. Yup, gw salah tempat, seharusnya ke Cilandak Mall tapi gw malah ke Citos. Akhirnya setelah jalan-jalan, gw langsung menuju ke Cilandak Mall. Disana Donna, Budi dan Wisnu Kecil dengan mobil panthernya menunggu gw.
Perjalanan langsung dilanjutkan ke tempat Baron, ada perubahan rencana, ternyata yang tadinya janjian ama Kang Dadan di tempat Baron tapi Kang Dadan memutuskan untuk menunggu di tempat Ronald Extravaganza, karena ada urusan lain yang harus dia selesaikan. Jadilah kami setelah dari tempat Baron untuk mengambil hasil taked record di studionya dan sedikit barang lainnya, kami langsung menuju temat Ronald. Disana kami ngobrol sebentar sambil disuguhi bercandaan-bercandaan segar dan Teh Botol dari Ronald, tak lama, kami langsung berangkat ke Bandung.
Nyampe bandung tepat jam 3 dini hari dan langsung ke rumah Kang Dadan. Ngobrol-ngobrol sebentar dilanjutkan menonton klip Pas yang diambil dari acara Manukustik di Astro. Selepas adzan shubuh kami tidur.
Jam sembilanan kami mulai melek dan dan tentu saja bangun. Ngobrol sambil ngopi, ngeteh, dan ada yang merokok sembari mendengarkan - satu arah - Kang Dadan yang sedang ngobrol di telepon tentang persiapan álbum Teh Nicki Astria. Jam sebelas kami putuskan untuk berangkat dan mencari makan. Nasi Timbel Ciliwung menjadi keputusan untuk makan siang kami. Enak dan murah serta beragam. Perjalanan dilanjutkan ke CIYUD atau Citrayuda, base camp sekaligus nempat naro alat music Pas Band. Ngobrol lumayan lama ama Kang Bengbeng terus dia ngajak kami hiking ke Tangkuban Perahu. Tentu saja kami ingin sekali, tapi karena hari dah siang jadi dengan berat hati ajakan Kang Bengbeng kami tolak. Setalah puas ngobrol, perjalanan kami lanjutkan ke Cihampelas Walk (Ciwalk). Kenapa Ciwalk? Karena; #1. Kang Yukie dan Kang Dadan mau ada janjian ama Bosnya Skaters. Kedua, karena tentunya nongkrong di Ciwalk enak banget, nyaman dan untuk cuci mata tepat tentunya, terutama untuk para jomblo yang ikut; Donna, Budi dan Wisnu Kecil.
Janjian jam 16.00 di Soho Music Café dengan Bos Skaters. Ga lama Kang Yukie nyampe dari rumahnya. Tau ga? Kang Yukie jalan dari rumahnya ke CIWOLK, ya memang deket sich dari rumahnya tapi lumayan jauh lah, buktinya dia mengeluhkan bekas luka waktu SMP dulu terasa lagi. Yang ditunggu datang jam 18.30. waw… lumayan lama kan nunggunya. Pertemuan yang hanya bertiga (kang Dadan, Kang Yukie dan si empunya Skaters) berlangsung sampai jam 23.00. Praktis kami nongkrow di CIWOLK 6 jam, dengan tentunya diiringi lawakan-lawakan dan cerita-cerita lucu dan segar dari Kang Dadan dan Kang Yukie. Setelah pertemuan selesai, kami nganter Kang Yukie pulang ke rumahnya dilanjutkan ke rumah Kang Dadan. Selepas dari sana kami langsung menuju ke Jakarta.
Tanggal 1 Hijriyah bertepatan dengan tanggal 10 Januari 2008 praktis saya habiskan dengan nongkrong bersama Band yang sudah saya gemari dari SMP kelas 3. Sebuah kebanggan dan kepuasan dalam diri. Tak pernah terbayang sebelumnya untuk bisa ngobrol sedekat itu dengan mereka. Para pekerja seni yang tidak tertandingi kemahakaryaannya. Band pengusung Indie pertama di Indonesia, dengan mengusung ROCK ALTERNATIVE. Terimaksihku kepada istri yang mendukung, dan para teman-teman Milist; pasband_impresi@yahoogorups.com serta teman-teman kantor gw yang ngertiin gw, karena merekalah hal yang tidak gw pikirkan sama sekali ini menjadi sebuah kenyataan. Anjrriitt! Dramatisir banget gw ya… biarin lah… Blog Aink Kumaha Aink Bel…!!